Nurilah, Andini and Mualifah, M (2023) Laporan Kerja Praktik Di Perumda Air Minum Tirta Raharja. [Experiment] (Unpublished)
![[thumbnail of KP Full Text]](http://repository.uicm.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
KP Full Text Andini Mualifah.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.
Download (3MB)
Abstract
Air sangat penting untuk menunjang berbagai macam aktivitas makhluk hidup, terutama manusia. Beberapa keperluan yang menggunakan air mulai dari memasak, mencuci, kebersihan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan penyediaan air dalam jumlah besar yang nantinya akan mampu menyuplai air bersih. Untuk mampu menyediakan air dalam jumlah besar maka dibutuhkan suatu instansi yang dapat mengelola dan menyuplai air bersih ke masyarakat. Salah satunya adalah Perumda Air Minum Tirta Raharja yang berorientasi bisnis di bidang pelayanan air minum, yang didirikan pada tahun 1977 dan pada tahun 2019, PDAM Tirta Raharja mengalami perubahan bentuk badan hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah Tirta Raharja dengan cakupan pelayanan dengan jumlah penduduk total pada 3 wilayah otonom sebanyak 5.980.526 jiwa sedangkan jumlah penduduk di wilayah pelayanan sebanyak 2.504.789 jiwa. Proses pengolahan air Perumda Air Minum Tirta Raharja dilakukan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cimahi menggunakan air baku yang berasal dari sungai Cijanggel dengan beberapa proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi atau bak reservoir. Untuk mengetahui dosis optimum dari koagulan yang digunakan maka dilakukan jar test. Apabila percobaan dilakukan secara tepat, informasi yang berguna akan diperoleh untuk membantu operator instalasi dalam mengoptimalkan proses pengolahan air. Pada proses koagulasi sudah terotomatisasi menggunakan sistem SCADA pada IPA CIMAHI yang memiliki kapasitas 180 liter/detik. Berdasarkan tugas khusus, dosis optimum yang diperoleh sebesar 10 ppm dengan nilai kekeruhan 0,55 NTU sehingga kualitas air hasil olahan di IPA Cimahi sudah memenuhi standar baku mutu. Perbedaan dosis optimum mempengaruhi penggunaaan bahan kimia, pada jar test sebanyak 5,1 ton dan pada sistem sebanyak 4,6 ton dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem otomasi sudah berjalan dengan baik karena dapat memaksimalkan penggunaan bahan kimia.
Item Type: | Experiment |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Air Bersih, Instalasi Pengolahan Air, Koagulasi, Sistem Otomasi |
Subjects: | Kerja Praktik > Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Kimia |
Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Kimia |
Depositing User: | Admin Repository UICM |
Date Deposited: | 25 Feb 2025 04:32 |
Last Modified: | 25 Feb 2025 04:32 |
URI: | http://repository.uicm.ac.id/id/eprint/82 |